Minggu, 05 Juli 2009

hak rakyat? HAK RAKYAT YANG MANAAAAA!!!

minggu 6 juli 2009
22.45 WIB

whoaaaa MUAK! itu lah kata2 yang dapat menggambarkan perasaan saya ketika melihat acara BREAKING NEWS METRO TV. Tau isi beritanya? Isinya konferensi pers yang dilakukan mega-pro dan jk-win setelah melakukan diskusi mengenai DPT bermasalah pada pilpres.

Tau apa yang membuat saya MUAK? Yang membuat saya muak adalah pernyataan dari para capres, yaitu JK dan mega, yg kira2 bunyinya sperti ini " kami di sini melakukan diskusi untuk memperjuangkan HAK RAKYAT." (A*U! ngomong apa dia? hak rakyat? BULLS**T! ).

Arrrrggghhh seketika emosi saya langsung memuncak, APA2AN MEREKA BICARA TENTANG HAK RAKYAT? TAU APA MEREKA TENTANG HAK RAKYAT? geram, jengkel, emosi, semua jadi satu. Saya benar2 gak habis pikir, MASIH BERANI MEREKA BICARA HAK RAKYAT? HEY WAKE UP! Kemana saja kalian selama ini? dimana kalian saat HAK RAKYAT YANG SESUNGGUHNYA sedang diinjak2? kemana kalian saat ada satu keluarga di makasar yg bunuh diri2 gara gak punya uang buat makan? kemana kalian saat para korban lumpur lapindo menjerit pilu karena rumahnya hilang ditelan lumpur? dimana kalian ketika bayi2 di Indonesia menjerit kesakitan akibat menderita busung lapar? dimana kalian saat para TKI tersiksa di malaysia karena mendapat perlakuan tidak manusiawi dari majikannya? Ada dimana kalian ketika anak2 indonesia menangis sedih karena putus sekolah? kemana kalian saat para pengusaha dengan nikmatnya menginjak2 hak para buruh? MASIH BERANI KALIAN MENYEBUT HAK RAKYAT?

Demi sebuah jabatan dan kekuasaan kalian tega menistakan arti hak rakyat yang sesungguhnya, demi sebuah kemenangan dalam pilpres kalian tega mengesampingkan hakikat hak rakyat yang sesungguhnya. Hak, hanya kalian artikan secara sempit dan picik, dan dengan egois dan munafiknya kalian berusaha memeperjuangkan hak rakyat, HAK RAKYAT? HAK RAKYAT YANG MANAAAAA! ! !

NB: persetan dengan UU ITE, bagi yg gak terima silahkan laporkan saya ke polisi, laporkan saya karena menghina dan mencemarkan nama baik orang lain melalui internet.

ditulis dengan segenap emosi dan keprihatinan mendalam terhadap Indonesia.

viva la revolution!

Rabu, 01 Juli 2009

golput? haruskah?

Whoaaaa setelah sekian lama vacum dari dunia tulis-menulis akhirnya saya kembali, dan lagi-lagi saya akan menulis tentang barang yang katanya haram ini, GOLPUT, yeaaaa walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa haram tentang golput, entah kenapa masih saja ada masyarakat Indonesia yang memilih golput (yaeyalah, orang firman Allah yang mengharamkan miras aja masih dilanggar apalagi cuma sebuah fatwa yang dikeluarkan oleh MUI, yang notabenenya juga merupakan manusia biasa) , entah itu merupakan sikap politik atau sebuah sikap apatisme seorang warga negara terhadap negaranya, tapi yang jelas masalah golput ini sudah membuat para petinggi politik negara ini kebakaran jenggot. hahaha

Well, kenapa lagi2 saya mengangkat topik ini? Sederhana saja, ini dikarenakan kemungkinan saya golput dalam pilpres mendatang, tapi kali ini saya golput bukan karena tidak terdaftar di DPT (seperti yang terjadi pada masa pileg), tapi ini lebih kepada sikap politik saya sebagai warga negara yang dijamin hak asasi berpolitiknya oleh undang-undang.

Pertanyaannya, kenapa saya lebih memilih golput? jawabannya cukup sederhana juga, "menurut pandangan saya, tidak ada satupun pasangan calon dalam pilpres nanti yang akan mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik."

Pertanyaan selanjutnya, kenapa saya bisa yakin dengan pendapat itu? jawabannya lebih simple juga, "lihat saja track record para calon!" (saya tidak akan menyebutkan satu persatu kebobrokan kinerja para calon ini, takut dianggap melakukan "black cmpaign" hhe =P)

Fine, saya menulis hal ini bukan bermaksud membuat anda sekalian tertarik untuk mengikuti jejak saya, di sini pun saya masih berusaha mencari sosok yang tepat untuk dijadikan pemimpin bangsa ini, jadi sebenarnya saya juga belum 100% akan golput, masih ada kemungkinan bagi saya untuk memberikan hak suara dalam pilpres nanti (semoga Allah SWT membuka pikiran saya dan dapat memantapkan hati saya untuk memilih. amin)

NB: Jangan terpesona dengan kontrak politik yang akhir-akhir ini banyak dilakukan oleh para calon, kontrak tersebut tidak menjamin apapun, tidak ada kekuatan hukum yang mampu memaksa pasangan capres cawapres terpilih untuk memenuhi kontrak politiknya. (belajar dari kesalahan masa lalu. hhe)


Ditulis dengan segenap kerendahan hati dan sedikit rasa sakit di kepala.


cheers without beers!

Sabtu, 21 Maret 2009

MAHASISWA UGM=BAJINGAN

Zap, sebelum saya menulis mungkin ad dari beberapa temen2 yang sedikit tergelitik dengan judul postingan di atas. Wajar memang, karena saya sendiri sebelum menulis judul tersebut sudah berpikir ribuan kali, dan dengan segala pertimbangan akhirnya saya putuskan untuk tetap menggunakan judul tersebut walaupun sedikit berbau kontroversial (sedikit?hahaha)

Well, saya akan awali postingan hari ini dengan sedikit cerita yang telah menginspirasi saya untuk menulis artikel ini. Jadi ceritanya, sore ini saya menonton sebuah turnamen futsal yang diadakan oleh fakultas X di sebuah lapangan futsal di daerah mangkubumi. Turnamen tersebut pesertanya terdiri dari beberapa tim dari fakultas2 yang ada di UGM, termasuk fakultas Y. Nah pada saat itu ceritanya fakultas Y sdg bertanding melawan fakultas Z. Pertandingan pun berjalan cukup alot dan keras. Kedua tim bermain ngotot, termasuk suporter fakultas Y yang turut mndukung tim kesayangan mereka, tapi sayangnya ngototnya suporter fak Y bukan lah ngotot yang positif. Mereka mencaci maki pemain lawan, mengeluarkan kata2 tidak senonoh, dan tidak lupa mereka juga mencoba memprovokasi suporter tim Z. Saya sebenarnya sudah cukup curiga, suporter fak Y selama ini memang memiliki track record yang buruk di kalangan mahasiswa UGM. Mereka selalu menjadi biang onar dalam setiap pertandingan olah raga yang diadakan di UGM.

Finally, kecurigaan saya pun berujung pada keonaran yang terjadi pada akhir pertandingan. Suporter tim Y mulai berulah. Arogan, kasar, gak berotak, kira2 itulah hal yang dapat menggambarkan sifat mereka. Saya pun sempat jengkel melihat ulah beberapa anak2 fak Y tersebut yang menurut saya rasa sangatlah sok2an, sok jagoan lah, sok pemberani lah (kira2 klo di depan mukanya ada moncong senjata AK-47 dy msh bs brsikap ky gt gak ya?). F**K benar2 gak ngrti saya dengan jalan pemikiran mereka. Hal sepele yang seharusnya berakhir seiring berakhirnya pertandingan knp jg msti dbawa2 ke luar lapangan? Mau sok jagoan? Noh berangakat aj ke palestine, bantuin tu anak2 kecil palestine nglemparin tanknya tentara ISRAEL. Itu baru namanya jagoan!!! bukannya cuma teriak2, misuh, smbil ngluarin kata2 provokatif byr tmn2nya ikut2an bkin onar juga. TAEK LO SMUA!!! KE LAUT AJE!!!

Fine, cukup ber-slengekan-nya, sekarang saatnya serius.

Huffff menyedihkan, zap itulah yang saya rasakan ketika melihat kejadian tersebut. Universitas yang selama ini dibangga2kan memiliki lulusan2 terbaik, memiliki fasilitas terbaik, menmpati peringkat tertinggi universitas di Indo, ternyata menyimpan bajingan2 tengik yang menurut saya sudah sepantasnya mereka dilenyapkan dari muka bumi. (agak berlebihan y? tp memang sangat menjengkelkan orang2 seerti ini tu.).

So, melalui postingan ini sekali lagi saya ingatkan, MARI LAWAN SEGALA BENTUK KEKERASAN!!! Nama besar UGM tidak sepantasnya dirusak oleh para bajingan2 seperti ini. Universitas ini telah banyak melahirkan cendekiawan2 terbaik bangsa bukan bajingan2 terbaik bangsa. Dan untuk semua pihak yang merasa sakit hati saya mohon maaf, postingan ini semata-mata saya tujukan untuk perbaikan moral bangsa ini, bukan untuk menghujat kelompok tertentu. Klo mungkin ada yang merasa gak terima dengan postingan ini silahkan langsung hubungi saya (tenang aj bukan mau saya ajak berantem tp mau saya ajak diskusi..hehehe)

SALAM ANTI KEKERASAN!!! BHINNEKA TUNGGAL IKA atau MATI!!!

Sabtu, 14 Maret 2009

be a good rebel or die ! ! !

Hhhhh geram, kecewa, kesal, bla bla bla itulah hal yg saya rasakan tadi malam. Teman2 yg selama ini saya anggap memiliki 1 visi, 1 misi, 1 tujuan, ternyata skrg sudah tiada. Zap saya berbicara mengenai sebuah komunitas yg gerdiri tegak menantang untuk melawan kebodohan dan pembodohan yang ada di muka bumi ini, melawan semua hal yang telah menghancurkan sendi2 kehidupan, dan juga hal yang telah menyebabkan bumi ini tidak lagi menjadi tempat yang indah untuk dtinggali. Ternyata itu semua skrg sudah hilang, misi perlawanan dan pemberontakan yang awalnya menjadi cita2 bersama skrg sudah tiada, digantikan dengan penampilan "sok" pemberontak, "sok" rebel, "sok" memiliki cukup kemampuan untuk melawan. Esensi pemberontakannya dibuang jauh2, tapi fashion ala pemberontaknya diobral habis2an. Mereka pikir dengan tatto, piercing, dan serangkaian atribut ala rebel sudah cukup untuk melakukan perlawanan dan pemberontakan. SHIT! bnr2 gak ngrti dgn jalan pikiran mereka.

Well, dalam postingan kali ini saya juga ingin mencoba menjabarkan hal2 yang menurut saya memang diperlukan untuk menjadi seorang real rebel, yeahhh wlopun saya merasa saya masih sangat jauh dr seorang real rebel tp setidaknya saya tau hal yg harus saya lakukan untuk menjadi seorang pemberontak sejati tnp harus kehilangan arah seperti sobat2 saya.

1. edukatif
yes, sperti yg jrx bilang pada artikel sebelumnya, "knowledge is king", saya pun mengamini, tnp stitik keraguan pun saya sangat yakin bahwa yg namanya pendidikan atau pengetahuan memang sangat diperlukan dalam menjalankan misi perlawanan dan pemberontakan. Ibaratnya kamu akan menjadi macan ompong yang akan menyergap mangsamu jika melakukan pemberontakan tanpa pndidikan dan pengetahuan. See? Betapa pentingnya pendidikan bagi kita yang bercita2 menjadi a real rebel.

2. respect terhadap keluarga
Kenapa saya memasukkan hal ini dalam kriteria mnjadi a real rebel? karena semalam saya mndengar seseorang justru mencaci maki ayahnya hanya gara2 tidak diizinkan untuk ikut bergabung di organisasi tersebut. Well memang sudah sewajarnya org tua khawatir dgn anaknya, justru akan sangat aneh jika orang tua tersebut tidak peduli dgn anknya. Klo memang masalhnya tidak diijinkan untuk bergabung knp tidak dijalelasakn secara baik2??klo memang tujuan kita jelas saya yakin orang tua tidak akan ada masalah. Ingat bro tanpa keluarga kita bukan lah apa2, kita tidak akan menjadi sperti saat ini tanpa kehadiran mreka. Belajarlah menjadi rebel yg respect kepada keluarga!

3. punya misi dan visi yang jelas
Well, yang ini tidak kalah pentingnya dengan 2 hal di atas. Visi dan Misi, terdengar sangat formal memang, tp mau gak mau kita memang harus memiliki hal ini dalam melakukan pemberontakan. Tanpa hal ini kita hanya akan menjadi rebel bodoh yang terjebak dalam semua kebodohan dunia ini dan terombang ambing oleh relita kehidupan. so tidak berlebihan bukan klo saya mengatakan hal ini merupakan hal yang vital dalam misi pemberontakan.

Apapun dan siapaun km esensi pemberontkan tidak akan pernah berubah. Ini semua mengenai pemikiran dan perbuatan, di luar itu termasuk fashion dan semua embel2 lainnya bukanlah pemberontakan. Kamu hanya akan menjadi a real loser jika berpikir bahwa real rebel selalu dinilai dr penampilannya. Just belive it!!!

Jumat, 13 Maret 2009

Rebel For Life

Pemberontak, rebel......what's came up in your head when you hear this word?
Melawan orang tua? Drugs? Mabuk lalu menghajar orang? or mengganti dress-code mu mengikuti gaya band2 yang over-played di MTV?
Well, no matter what you do, esensi pemberontakan tidak akan pernah berubah.

A real rebellion stays under your skin. Bukan dari dandanan, machoism, tattoos, piercing or anorexic-look yang dibuat-buat. There's two kinds of rebel. Once you're a real rebel, kamu akan selalu jadi a rebel for most of your lifetime, tak akan bisa berubah coz that's who you are. It's in your blood. Kamu akan selalu berpikir utk melawan kecenderungan2 yang ada, kapan saja dimana saja.But when you're a wannabe-rebel [pemberontak tanpa misi dan prinsip yang jelas] kamu hanya akan memandang sebuah pemberontakan dari sisi luarnya aja [baca: fashion] Dan a wannabe-rebel tidak akan pernah membuat sejarah atau melahirkan pemikiran baru yang lebih baik utk generasinya.



Kita orang timur emang seringkali bingung mengadaptasi culture barat yang sedemikian liberalnya, dimana disini masyarakat kita diikat oleh tatanan atau norma yang kadang gak penting dan berlebihan. Masyarakat kita mencintai keseragaman dan kurang menghargai sosok2 idealis or individualis. Menjadi seorang rebel memang susah untuk hidup di Indonesia, for real, tapi disanalah letak art of the rebellion-nya. Sesuatu yang memerlukan pengorbanan karena masyarakat kita masih cenderung melihat sisi negatif dari seorang rebel [di cap sok kebarat-baratan dll]. Padahal menjadi rebel bukanlah hal yang 100% salah. Tergantung apa yang kamu lawan. Misalnya, kamu benci melihat sinetron2 Indonesia yang mewah, dangkal dan mudah ditebak, lalu kamu bikin sebuah film dokumenter ttg bagaimana sinetron2 tsb membodohi masyarakat kita yang mayoritas masih hidup dibawah garis kemiskinan. Itu sebuah pemberontakan yang pintar. Sebuah counter thd. komersialitas dan penyeragaman yang berlebihan.

A real rebel selalu berada diluar kecenderungan masyarakat, dan itu bukanlah pilihan yang salah, selama kamu bisa bertahan dan mempertanggung jawabkan misi dari pemberontakkan mu.

Harus diingat, kecenderungan di masyarakat atau di scene tidak selalu benar dan baik buat kita.

Contohnya ketika trend emo menyerang, remaja kota2 besar beramai-ramai menutupi rambutnya dgn poni dan bikin band emo dadakan, alasannya biar keliatan 'cool' dan diterima di pergaulan kota besar yang makin konsumtif. Hanya sebagian kecil dari remaja2 kita yang serius menyimak dan mengerti lirik band2 emo. Ironis. Padahal diasalnya, band2 tsb terbentuk karena mereka sering tersisih dalam pergaulan, dan musik yang mereka tulis adalah penegas kalau mereka adalah orang2 yang berada diluar kecenderungan/pergaulan. Disini, oleh sebagian besar remaja malah dipakai senjata utk kelihatan 'up to date' dan 'gaul'[damn, i hate that word!]. Same thing happens to punkrock and ska and maybe rockabilly in the future.. Misi pemberontakannya ditinggalkan, fashion-nya di obral habis2an. Dan menurut saya itu samasekali bukan pemberontakan.

Kalau saya umpamakan pemberontakan adalah struktur sebuah lagu/band, jadinya begini: pakaian yang dikenakan oleh personel band, jenis suara gitar, drum dan suara teriakan/nyanyian vokal adalah media penyampai pemberontakan, sedangkan isi dari pemberontakan itu sendiri ada pada lirik. Karena lirik berasal dari pemikiran yang paling dalam, ada pesan yang ingin disampaikan. Banyak orang yang bisa bermain skillful, tempo drum hebat, tehnik vokal diatas angin dan bergaya spt rockstar kebanyakan groupies yang mempunyai masalah kejiwaan [yea right...] tapi jarang bgt ada band Indonesia, apalagi yang terkenal, punya lirik berontak yang skaligus pintar. Ujung2nya paling keras bisanya menghujat pemerintah tanpa ngasi solusi yang jelas, yang buruh bangunan pun bisa melakukan itu sambil menghisap kretek terakhirnya. Jadi ya, percuma saja kalau ada band yang merasa sudah pemberontak hanya karena memakai kaos gambar tengkorak, tattoo or mohawk, distorsi maksimum dgn beat drum yang berat, tapi liriknya masih standar khas Indonesia [lirik cinta yang dangkal dan di klip harus ada model cantik dan ganteng lagi berantem] Seorang rebel akan menemui kesulitan men-support band2 spt itu. Lagipula, kenapa harus nyerah ama standar2 yang dibikin ama generasi sblm kita, apa kita tidak punya hak utk punya taste thd standar yang berbeda?

Sekarang try to think, kecenderungan apa aja yang ada di masyarakat kita yang kamu rasa mengganggu tidurmu. Ignorance is the real enemy. Kamu benci melihat budaya kekerasan yang semakin populer di masyarakat, lawan itu semua dan jangan ikut menjadi seperti mereka. Kamu kesal stiap kali melihat masyarakat dengan santainya membuang sampah plastik sembarangan, jadilah seorang pro-environment dan pengaruhi orang2 disekitarmu. Kamu gak tega melihat hewan2 dibunuh utk dimakan, jadilah seorang vegetarian dan daftarkan dirimu di peta2.com. Kamu bosan melihat budaya modern nan konsumtif anak muda yang manja dan kadang berlebihan, jadilah seorang berandal pasar barang bekas dan kenakan pakaian bekasmu dengan bangga dan stylish. Kamu merasa menyesal membeli majalah yang dipenuhi wajah2 infotainment ga penting, bikin dan cetaklah wajahmu sendiri. Bosan ama design kaos2 distro yang makin seragam dan cheesy, bikin clothing-line mu sendiri. Akan lebih baik jika kamu melakukan itu semua tanpa menjadi seorang fasis yang kaku. Just do your own thing.

See..banyak hal2 berontak yang bisa kamu lakukan di Indonesia tanpa harus merugikan orang lain dan malah bisa menguntungkan jika kamu bisa me-manage 'kenakalanmu'

Jadilah seorang counter-culture with a big heart, yang bertanggung jawab, respect thd keluarga, lingkungan dan bumi pertiwi. Dont judge us, musicians, by the way we look or the way we dress, coz these days, anyone can look so punk, so psycho, so emo, so rockabilly, so metal dalam hitungan detik. Zap! Just like that!

Jangan sampai terjebak menjadi seorang rebel bodoh yang hanya mengejar status sosial.
You gotta know where you stand and why you stand there. Knowledge [pengetahuan] is king and that's all you need to be a real modern rebel. Cheers, cherry and dynamite!

jrx-superman is dead

Rabu, 11 Maret 2009

MOSSAD (badan intelejen israel) dalang tragedi 11 september

Keterlibatan Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) dalam serangan 11 September 2001, yang meruntuhkan menara kembar World Trade Center di Kota New York, Amerika Serikat, kian nyata. Insiden itu menewaskan sedikitnya 2.970 orang.

Menurut sebuah artikel yang dilansir mingguan The American Free Press baru-baru ini, sepupu pembajak pesawat dalam serangan 11 September 2001, Ziad al-Jarrah, merupakan agen Mossad.

Surat kabar The New York Times pun menyebutkan sepupu Ziad, Ali al-Jarrah, yang berkebangsaan Libanon, telah bekerja untuk Mossad selama dua dekade. Ali mengakui tugasnya adalah memata-matai kelompok-kelompok pejuang Palestina dan Hizbullah di Libanon sejak 1983. "Salah satu sepupu Ziad, Ali al-Jarrah, merupakan satu dari 19 pembajak yang melakukan serangan 11 September 2001," tulis koran itu.

Fakta ini memunculkan dugaan Mossad memang sengaja merekrut para pelaku serangan 11 September 2001 dari kalangan muslim. Keterlibatan Mossad, menurut The New York Times, dapat dilihat dari lima warga Israel yang menari dan bersorak kegirangan saat menyaksikan tragedi itu. Kelima orang itu sempat ditahan 71 hari sebelum dibebaskan secara rahasia lantaran mereka agen Mossad.

Mengutip dua mantan agen intelijen Amerika CIA, majalah Forward melaporkan setidaknya dua dari lima orang Israel itu adalah anggota pengintai Mossad. "Tidak ada pemeriksaan, tapi (perintah penghentian penyelidikan) datang dari Gedung Putih," tulis mingguan itu.

Bekas Perdana Menteri Italia Francesco Cossiga pernah menyatakan keheranannya lantaran tidak ada satu pun dari 3.000 orang Israel yang bekerja di sana masuk pada hari kejadian. Komentarnya itu diperkuat oleh pelbagai laporan yang menyebutkan, dua jam sebelum serangan, Odigo, perusahaan telekomunikasi Israel, menerima peringatan melalui pesan pendek.

Lantas Odigo meneruskan pesan itu kepada seluruh warga Israel yang bekerja di menara kembar WTC agar tidak masuk. Kantor pusat Odigo hanya dua blok dari lokasi kejadian.

Mossad juga diyakini terlibat dalam pengeboman pertama menara kembar WTC pada 1993. Pada 3 Agustus tahun itu, reporter investigasi Robert I. Friedman menulis dalam The Village Voice bahwa Ahmad Ajaj, 27 tahun, merupakan agen Mossad. Pria asal Tepi Barat itu didakwa merencanakan pengeboman tersebut. Ia ditangkap di Bandar Udara Kennedy pada 1 September 1992 setelah terbang dari Peshawar, Pakistan. Ajaj membawa paspor palsu Swedia dan buku cara merakit bom. Ia divonis enam bulan pada hari serangan, 26 Februari 1993.

Menurut Friedman, Ajaj direkrut Mossad saat ditahan di Israel lantaran memalsukan dolar Amerika. "Selama dipenjara, Mossad merekrut dia, kata sumber-sumber intelijen Israel," tulis Friedman. ALJAZEERA | NEW YORK TIMES | PAKISTAN DAILY | PRESS TV | FAISAL ASSEGAF

Jejak Teroris

Presiden Amerika Serikat George Walker Bush dan anak buahnya sepakat menunjuk Usamah bin Ladin bersama jaringan Al-Qaidahnya di balik serangan 11 September 2001.

Hubungan Bin Ladin:
Seorang wartawan Arab yang dekat dengan Bin Ladin memperingatkan surat kabar Al-Quds al-Arabi pada Agustus akan serangan tak terduga terhadap beberapa kepentingan Amerika. CIA, FBI, dan Badan Keamanan Nasional menerima isyarat umum soal kemungkinan serangan teror.

Zhawar Kili al-Badr:
Kamp pelatihan milik Bin Ladin dengan kapasitas 2.000 orang. Empat serangan dalam waktu bersamaan itu diyakini direncanakan 20-25 teroris yang dibantu agen “tidur” di Amerika.

Pilihan pesawat:
Semua pesawat menuju California dengan bahan bakar penuh. Saat lepas landas, sebuah Boeing 767 seberat 160 ton, termasuk 45 ton kerosin. Satu Boeing 757 seberat hampir 100 ton, termasuk 30 ton kerosin.

Pembajakan:
Lima anggota tim teroris bersenjata pisau membajak masing-masing pesawat itu. Rekaman radar dari menara pengawas di Boston menunjukkan dua pesawat itu mengubah arahnya tak lama setelah terbang, namun pilot tidak mampu mengaktifkan empat angka kode terjadinya pembajakan.

Bukti:
Nama dari para tersangka pembajak ditemukan dalam daftar penumpang. Intelijen Amerika merekam pembicaraan antar pendukung Bin Ladin yang mengatakan mereka telah berhasil menyerang dua sasaran di Amerika. Buku berlatih terbang dan alat penghitung bahan bakar ditemukan di sebuah mobil yang ditinggalkan di Bandar Udara Logan, Boston.

Kokpit:
Ruang kemudi Boeing 757 dan 767 dirancang sama persis sehingga pilot bisa dengan mudah belajar terbang kedua jenis pesawat itu.

Telepon penumpang:
Sejumlah penumpang menelepon memberitahukan ada lima pembajak dalam pesawat, menusuk beberapa awak, dan mengumpulkan seluruh penumpang ke bagain belakang kabin.


dikutip dari: koran tempo edisi 11 maret 2009

Jumat, 27 Februari 2009

kekerasan oh kekerasan...

Prihatin, itulah satu kata yang dapat menggambarkan perasaan saya ketika menyaksikan berita di TV pagi ini. Lagi2 kekerasan terjadi, lebih2 tindak kekerasan ini terjadi (lagi) di dunia pendidikan. Crap! smpai kapan bangsa ini akan menjadi bangsa yang cerdas dan berkualtas klo dunia pendidikannya saja dipenuhi tingkah laku manusia barbar seperti ini. Inikah model percontohan sistem pendidikan di Indonesia? Pendidikan berbasis kekerasan yang bahkan lebih sadis daripada pendidikan berbasis militer yang kita tau selama ini memang keras.

Mulai dari tingkat SD sampai SMA, dari masalah sepele hingga masalah besar, semua diselesaikan dengan kekerasan. Sudah sedemikian buta kah hati kita sampai2 segala sesuatunya harus diselesaikan dengan kontra fisik? Lalu apa yang bisa membedakan kita dengan binatang klo kita masih menggunakan otot dalam menyelesaikan suatu masalah? Bukankah tuhan yang maha adil sudah menganugerahi kita akal pikiran yang luar biasa? Kenapa gak dipakai? Pertanyaan simple yang seharusnya bisa dijawab oleh kita semua.

Menyesakkan dada memang ketika melihat anak2 kecil saling baku hantam tanpa belas kasihan, kaum hawa pun demikian, tak kalah beringasnya ketimbang para kaum pria, bahkan terkesan lebih sadis (mungkin ini dikarenakan kita jarang melihat kaum wanita yang berkelakuan sperti itu). Entah gejala sosial macam apa yang terjadi pada bangsa ini, tapi apa pun itu, ini semua harus segera dihentikan. Bangsa ini tidak akan menjadi bangsa yang cerdas selama kekerasan masih mewarnai dunia pendidikan dan terus diterapkan di dalamnya. Hal2 ini lah yang nantinya akan dibawa para generasi muda ke dunia kerja, lalu apa jadinya klo kekerasan juga sudah mulai diterapkan di dalam seltiap aspek kehidupan? Bukan suatu hal yang tidak mungkin menurut saya, karena memang sedari awal mereka sudah dibentuk menjadi pribadi yang kasar, beringas, DAN GAK PUNYA OTAK!!!

Zap tak ada alasan lagi untuk tetap memepertahankan budaya seperti ini, kita ditakdirkan untuk menjadi bangsa yang cerdas (lihat berapa banyak pemuda bangsa ini yang berhasil menjadi juara olimpiade bidang sains di luar negeri), bukan menjadi bangsa terbelakang dan barbar yang hidup layaknya manusia purba.

SALAM ANTI KEKERASAN!!!